Selasa, 25 Maret 2014

Tak sadar

Tubuh lelah, tapi mata masih menantang untuk tetap terbuka. Tetap tak sadarkan diri, kalau memang kurang istirahat. Sadarlah wahai mata, terlalu banyak beban yang tertumpuk di tubuh. Sadarlah wahai mata terlalu penuh otak ini berfikir. Bukan cuma diri sendiri yang di fikiri, negeri ini butuh kita untuk berperang memberantas kebodohan serta kemunafikan. Sadarlah mata yang celik, jikalau kau mulai kehilangan cahaya untuk menatap, lebih baik kau buta selamanya, agar Nasionalis, Apatis, Agamais, dan Ateisme mu yang ironis, segera berakhir dan tak terkotori oleh debu diluar sana.

Translate